28.3 C
Jakarta
Monday, November 2, 2026

Sejumlah Seniman Tari Mendeklarasi Hari Tari Indonesia

Must read

igmagazine
igmagazinehttps://www.igmagazine.id
Igmagazine adalah majalah online yang menyajikan berita tentang bisnis, hiburan dan gaya hidup. Untuk kerjasama hubungi 082130302233
Dengarkan berita ini

igmagazine.id – Sabtu, 27 Juli 2024  bertempat di hotel Grand Whiz Jakarta, pada acara finalisasi peta okupasi nasional dalam kerangka kualifikasi area fungsi seni tari Indonesia, founder Swargaloka Suryandoro sebagai salah satu perwakilan pemangku tari yang hadir sebagai perumus mengusulkan untuk mendeklarasikan perjuangan penetapan Hari Tari Indonesia.

Hal ini dilakukan atas dasar banyaknya aspirasi para seniman tari tentang pentingnya Hari Tari Nusantara selain Hari Tari Dunia (HTD) yang dilaksanakan setiap tanggal 29 April. Pemilihan tanggal 29 April sebagai perayaan Hari Tari Sedunia bertepatan dengan hari ulang tahun Jean Georges Noverre, pencipta ballet modern.

Wayang juga memiliki Hari Wayang Dunia yang ditetapkan oleh organisasi wayang dunia Union Internationale de la Marionnette (UNIMA) dilaksanakan setiap tanggal 21 Maret.

Selain itu juga memiliki Hari Wayang Nasional yang ditetapkan oleh presiden Joko Widodo setiap tanggal 7 Nopember melalui Kepres no 30 tahun 2018, untuk memperingati momentum UNESCO menetapkan Wayang Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia pada tanggal 7 Nopember 2013.

Sebelumnya sejumlah seniman tari seperti  Arif Rofig, Jil Kalaran, Endang Irowati, Hario Widyoseno, Heri Lentho, Mugiyono Kasido, Sekar alit, Effendy Ash memperbincangankan di medsos tentang Hari Tari Nusantara.

Menurut Arif Rofiq momentum Raja Majapahit menari topeng di negeri Nusantara tahun 1350 – 1389 dapat digunakan sebagai dasar untuk menetapkan perayaan Hari Tari Nusantara.

 

Ketua ASETI Agustina Rochayanti menyampaikan hasil survey Hari Tari Nasional

Agustina Rochyanti Ketua Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI), menegaskan sudah saatnya masyarakat tari Indonesia bersama-sama menyuarakan tentang pentingnya apresiasi terhadap profesi di bidang Tari.

ASETI sendiri telah melakukan gerakan dengan membuat survey tentang Hari Tari Nasional (HTN) yang akan menjadi pelengkap data dalam membaca seberapa pentingkah HTN.

Pengakuan terhadap seni tari di Indonesia harus diperjuangkan serentak sampai dengan terbitnya dokumen negara. Saat ini telah ribuan responden yang mengisi survey tersebut, sambung Agustina.

Penamaan Hari Tari Indonesia apakah disebut Hari Tari Nusantara atau Hari Tari Nasional masih menjadi perbincangan hangat, termasuk  penetapan tanggalnya. Pemerintah telah menetapkan Hari Musik Nasional tanggal 9 Maret sebagai penghormatan terhadap musisi, komponis dan pahlawan nasional Wage Rudolf Soepratman yang lahir pada tanggal 9 Maret 1903.

Sejumlah seniman tari mengusulkan sebaiknya Hari Tari Indonesia ditetapkan pada momentum ketika pertama kalinya UNESCO menetapkan salah satu kekayaan tarian Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Milik Dunia yaitu tari Saman Aceh pada tanggal 24 Nopember 2011. Sehingga seyogyanya kita mengusulkan kepada pemerintah RI untuk menetapkan setiap tanggal 24 Nopember sebagai Hari Tari Indonesia /Nasional/Nusantara.

Hari Tari Indonesia
Deklarator Hari Tari Indonesia : Yulianti Parani, Sal Murgiyanto, Sulistyo Tirtokusumo, Wiwiek Sipala, Nungki Kusumastuti, Suryandoro, wartawan Yusuf Susilo serta praktisi seni Embie C Noor, dan para pengurus ASETI yang hadir of line dan on line.

Deklarator Hari Tari Indonesia :  Yulianti Parani, Sal Murgiyanto, Sulistyo Tirtokusumo, Wiwiek Sipala, Nungki Kusumastuti, Suryandoro, wartawan Yusuf Susilo serta praktisi seni Embie C Noor, dan para pengurus ASETI yang hadir of line dan on line.Untuk memperkuat usulan tersebut, pada hari Sabtu tanggal 27 Juli 2024 pukul 21.00 wib di ruang Pinus lantai 5 hotel Grand Whiz Point Simatupang Jakarta, para seniman tari  telah menandatangani persetujuan deklarasi Hari Tari dengan menamakan sementara Hari Tari Indonesia .

Diantara para seniman tersebut adalah : dosen dan kritikus tari Dr. Sal Murgiyanto, artis dosen IKJ dan penari Dr. Nungki Kusumastuti, mestro tari dan mantan Direktur Kesenian Drs. Sulistyo Tirtokusumo, maestro tari Sulawesi Selatan dan dosen IKJ Wiwiek Sipala, founder Swargaloka Suryandoro, dosen IKJ Rury Nostalgia, dosen ISI Surakarta Fafa Utami,  dosen ISI Yogyakarta Dindin Heryadi, praktisi seni dan film Embie C Noor, wartawan senior Yusuf Susilo,  pengurus organisasi pelatih tari Jakarta Sabrina Salawati,  Ketua ASETI  Agustina Rochyanti, serta pengurus ASETI  pusat dan daerah yaitu : Jefriandi Usman, Alfiyanto Wajiwa, Peni Puspito, Aidil Usman, Ressa Rizky M, Wahyuni Dauly, Bambang Sriyanto, Yogi Hadiansyah, Atien Kisam, Nurwahidah, Dian Anggraini, Maharani Pane, Ari Pandawa, Muhammad Nursyam, Peterina Kobat, Mawar Desember, Gita Novia.

Ketua ASETI Agustina Rochyanti  berharap adanya gayung bersambut dari para seniman dan para pemangku kepentingan agar tujuan mulia menetapkan Hari Tari Indonesia yang bertujuan menemu kenali, melestarikan, mengembangkan kekayaan seni tari diseluruh penjuru tanah air, serta menghargai para seniman tari Indonesia dapat terwujud.

Semoga ……

 

Suryandoro, Founder Swargaloka

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article