28.3 C
Jakarta
Monday, November 2, 2026

Mendag Zulkifli Hasan Teken Perundingan I-GCC FTA, Optimis Ekpor RI ke Negara Teluk Meroket

Must read

Aufa Pradana
Aufa Pradanahttp://igmastudio.com
Reporter dan Sarjana Hubungan Internasional UNWAHAS
Dengarkan berita ini

Jakarta, 31 Juli 2024 — Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan bersama Sekretaris Jenderal Dewan

Kerja Sama untuk Negara Arab di Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) Jasem Mohamed Al-Budaiwi

secara resmi meluncurkan perundingan Indonesia–Gulf Cooperation Council Free Trade Agreement

(I–GCC FTA). Peluncuran perundingan tersebut ditandai dengan penandatanganan Pernyataan

Bersama (Joint Statement) Peluncuran I–GCC FTA di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada

Rabu, (31/7). Pemerintah optimistis kerja sama ini akan meningkatkan pasar ekspor Indonesia ke

seluruh negara anggota GCC dan semakin mengokohkan hubungan Indonesia dengan semua negara

Arab di Teluk.

“Sudah bertahun-tahun dibahas, tetapi baru hari ini perundingan perjanjian ini bisa diluncurkan. Untuk

itu, saya mengajak kedua pihak untuk meningkatkan hubungan dagang melalui perjanjian dagang

ini,” ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Menurut Mendag Zulkifli Hasan, penandatanganan Joint Statement Perundingan I–GCC FTA

merupakan langkah awal bagi Indonesia dan GCC untuk segera memulai perundingan. “Kami optimis

perundingan dapat diselesaikan dalam jangka waktu 24 bulan sebagaimana disepakati kedua pihak,”

ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag Zulkifli Hasan juga mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas

kedatangan Sekretaris Jenderal GCC ke Indonesia. Ia pun menyampaikan, Indonesia – GCC memiliki

ekonomi yang besar dan kuat.

“Indonesia menyumbang jumlah penduduk yang besar bagi ASEAN yang berjumlah sekitar 600 juta

jiwa. Di sisi lain, negara teluk juga mempunyai jumlah penduduk yang besar. Untuk itu, Saya kembali

mengajak untuk bersama-sama meningkatkan perdagangan Indonesia – GCC ini. Dengan melalui FTA,

kita sudah memulai sesuatu yang baik,” tambah Mendag Zulkifli Hasan.

Sekjen GCC Jasem Mohamed Al-Budaiwi meyakini, peluncuran I-GCC FTA menjadi tonggak sejarah

hubungan ekonomi antara Indonesia dan negara-negara Arab di teluk. Al-Budaiwi meyakini nilai

perdagangan kedua pihak akan terus meningkat, khususnya dengan adanya perjanjian kerja sama yang

baru.

“Peluncuran perjanjian dagang kedua negara pada hari ini menjadi sejarah bagi Indonesia dan negara-

negara teluk. Kami yakin perjanjian ini dapat membawa kebaikan bagi kedua pihak, khususnya di

bidang ekonomi,” tambah Al-Budaiwi.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian

Perdagangan RI Djatmiko Bris Witjaksono menambahkan, Perundingan Putaran Pertama I–GCC FTA

akan dimulai pada September 2024 dan dilanjutkan dengan Putaran Kedua pada November 2024.

Kedua putaran perundingan akan mencakup isu perdagangan barang, perdagangan jasa, ketentuan

asal barang, sanitasi dan fitosanitasi, prosedur kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, hambatan

teknis perdagangan, investasi, usaha kecil dan menengah (UKM), perdagangan digital, hak kekayaan

intelektual, kerja sama ekonomi, ekonomi Islam termasuk halal, serta penyelesaian sengketa.

Djatmiko mengungkapkan, I–GCC FTA merupakan perjanjian dagang Indonesia yang ketiga dengan

mitra dagang di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, Indonesia telah memiliki perjanjian dagang

Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Persatuan Emirat Arab dan

Preferential Trade Agreement (PTA) dengan Iran.

“Koordinasi intensif akan terus dilakukan bersama kementerian dan lembaga, termasuk dengan

pelaku usaha, untuk mempersiapkan perundingan agar berjalan lancar dan sesuai target,” imbuh

Djatmiko.

Sebelumnya, Indonesia dan GCC telah menyepakati kerangka acuan (Term of Reference/ToR) I–GCC

FTA yang telah ditandatangani Ketua Kelompok Perunding dari kedua pihak pada Selasa, (9/7).

Kerangka acuan tersebut akan menjadi pedoman dalam melaksanakan perundingan.

Sekilas GCC

GCC merupakan aliansi kerja sama ekonomi dan politik yang beranggotakan enam negara, yaitu Arab

Saudi, Persatuan Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Qatar. Pada periode Januari—Mei 2024,

total perdagangan Indonesia dengan GCC tercatat sebesar USD 6,2 miliar. Pada periode ini, ekspor

Indonesia ke GCC tercatat sebesar USD 2,7 miliar sedangkan impor Indonesia dari GCC sebesar USD

3,5 miliar. Sementara itu, pada 2023, total perdagangan Indonesia–GCC mencapai USD 15,7 miliar.

Pada tahun tersebut, nilai ekspor Indonesia ke kawasan tersebut tercatat sebesar USD 6,1 miliar dan

nilai impor Indonesia dari GCC tercatat sebesar USD 9,6 miliar.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke GCC di antaranya mobil dan kendaraan bermotor, minyak

kelapa sawit, perhiasan, kapal suar, serta kertas dan kertas karton tidak dilapisi. Sementara itu,

komoditas impor utama Indonesia dari GCC di antaranya produk setengah jadi dari besi atau baja

bukan paduan, alkohol alisiklik, belerang, polimer dari etilena, dan aluminium tidak ditempa.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article