28.3 C
Jakarta
Monday, November 2, 2026

Redesain Ruang Terbuka Hijau: KKN Undip Wujudkan Taman Edukasi Ramah Anak di Graha Wiratama II

Must read

Aufa Pradana
Aufa Pradanahttp://igmastudio.com
Reporter dan Sarjana Hubungan Internasional UNWAHAS
Dengarkan berita ini

Kabupaten Pekalongan, 10 Februari 2025 – Taman sebagai salah satu bentuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. Namun, di banyak tempat, taman sering kali tidak berfungsi optimal karena kurangnya perhatian atau beralih fungsi menjadi lahan terbangun. Hal ini juga terjadi di Perumahan  Graha Wiratama II, di mana lahan yang seharusnya menjadi taman tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh warga.

Menanggapi kondisi tersebut, Tim I KKN Universitas Diponegoro (Undip) berinisiatif untuk merancang ulang (redesain) taman dengan konsep “Taman Edukasi Ramah Anak”. Konsep ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga menciptakan ruang yang dapat mendukung interaksi sosial serta memberikan edukasi bagi anak-anak dan warga sekitar.

Perancangan dan Pembagian Zona Taman

Dalam proses perancangan ulang ini, Alisha (Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan) menyusun pembagian area taman, sementara Rifdah (Arsitektur) mengembangkan desain visual, termasuk pemodelan 3D, penyusunan laporan desain, dan pembuatan panel presentasi bersama tim.

Taman ini dirancang dengan tiga zona utama:

1. Exercise Zone

Zona ini berupa lapangan badminton yang dilengkapi penerangan dan tempat duduk di sekelilingnya. Menyesuaikan kebiasaan warga yang sering bermain badminton setelah pulang kerja, pencahayaan menjadi aspek penting dalam desain. Filah (Teknik Elektro) merancang instalasi penerangan dengan tiga lampu fluorescent daylight untuk lapangan dan empat lampu pijar untuk taman. Standar ukuran lapangan digambar menggunakan AutoCAD oleh Artha (Teknik Perkapalan).

2. Communal Zone & Education Zone

Kedua zona ini berada dalam satu area dan berfungsi sebagai ruang interaksi sosial serta edukasi.

  • Communal Zone dirancang sebagai tempat berkumpul dan bersosialisasi, dilengkapi street furniture berupa tempat duduk serta tempat sampah. Lafiza (Kesehatan Masyarakat) menentukan jenis tempat sampah yang digunakan, yaitu organik dan anorganik, untuk meningkatkan kesadaran warga akan kebersihan lingkungan.
  • Education Zone diperuntukkan sebagai ruang bermain anak yang juga memiliki papan informasi edukatif. Materi edukasi disusun dari berbagai program mahasiswa KKN, seperti poster tentang pentingnya aktivitas fisik oleh Afnan (Gizi) serta edukasi mengenai internet sehat dan keseimbangan antara dunia digital dan nyata oleh Kei (Informasi dan Hubungan Masyarakat).

Selain itu, vegetasi taman turut menjadi bagian dari desain. Hafizh (Bahasa dan Kebudayaan Jepang) membuat papan penamaan tanaman untuk meningkatkan wawasan warga mengenai flora di lingkungan mereka.

Estimasi Biaya dan Implementasi Program

Agar desain taman dapat direalisasikan dengan baik, Abiyoga (Ekonomi Islam) menyusun rancangan anggaran biaya untuk memastikan efisiensi serta kelayakan dalam pelaksanaan pembangunan taman ini.

Pemaparan Redesain kepada Warga

Pada 10 Februari 2025, Tim I KKN Undip mempresentasikan hasil redesain taman kepada Ketua RT dan warga Perumahan Graha Wiratama II. Pemaparan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan sekaligus memastikan bahwa desain yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan kolaborasi lintas disiplin ilmu, program ini diharapkan dapat menciptakan taman yang lebih fungsional, nyaman, dan bermanfaat bagi warga. Redesain Taman Edukasi Ramah Anak ini menjadi contoh bagaimana optimalisasi Ruang Terbuka Hijau dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan bernilai bagi masyarakat.

 

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article