28.3 C
Jakarta
Monday, November 2, 2026

Kupi Disini Sampaikan Do’a dan Takzim di Haul Abuya Sheikh Haji Muhammad Wali Al-Khalidi

Must read

Dzikra Red
Dzikra Redhttp://www.igmastudio.com
Info kerjasama : 0812 6442 9901
Dengarkan berita ini

Igmagazine.id, Aceh Tamiang – Dalam balutan cinta kepada ilmu, ulama, dan adab, Kupi Disini menjadi salah satu sebuah kedai kopi yang telah menjadi ruang berkumpulnya banyak hati muda pencari cahaya untuk menyampaikan dukungan spiritualnya atas pelaksanaan Haul Abuya Sheikh Haji Muhammad Wali Al-Khalidi. Acara haul yang penuh nilai ruhani ini menjadi momentum penting bagi seluruh alumni, santri, dan masyarakat umum untuk kembali meneguhkan hubungan spiritual antara murid dan guru.

Dalam wawancara yang dilakukan bersama Ustadz Abdusyafi S.Sos salah seorang alumni yang dikenal sangat ta’dzim dan kini memimpin salah satu dayah di Langsa dan Desa Pandan Sari, beliau menyampaikan bahwa keberangkatan ke acara haul ini bukanlah sekedar perjalanan fisik, melainkan perjalanan ruhani yang penuh makna.

“Keberangkatan ini tujuannya adalah memperingatkan haul Abuya Sheikh Haji Muhammad Wali Al-Khalidi sambil membaca do’a, menjalin silaturahmi, berkumpul bersama seluruh alumni. Ini bukan sekadar tradisi, tapi bentuk cinta dan adab kepada guru yang telah membimbing kita menuju Allah Ta’ala,” ujarnya penuh haru.

Haul: Jejak Cinta yang Tidak Terputus

Dalam tradisi Islam, haul bukan hanya memperingati wafatnya seorang ulama, tapi lebih dari itu: memperkuat ikatan ruhani antara murid dan guru, serta menghidupkan kembali jejak-jejak keilmuan dan perjuangan yang telah ditinggalkan. Seperti yang disampaikan oleh Ustadz Abdusyafi,

“Jika hubungan murid dan guru terputus, maka hilanglah cahaya bimbingan. Maka haul adalah momentum menjaga cahaya itu tetap menyala.”

Kupi Disini sebagai Representasi Anak Muda Cinta Ulama

Dalam kesempatan ini, Kupi Disini turut memberikan dukungan do’a atas pelaksanaan haul. “Kami hadir bukan dengan suara, tapi dengan tinta yang mengandung rindu. Kupi Disini menyampaikan salam, cinta, dan do’a kepada Abuya melalui jejak pena yang kami harap sampai ke langit.” ucap Ibay sebagai representasi anak muda yang merawat adab, memelihara cinta kepada ulama, dan menjaga warisan keilmuan.

“Kami sadar, tanpa guru, kita bukan siapa-siapa. Maka sebagai kedai yang lahir dari niat baik dan adab, Kupi Disini dengan tulus menyampaikan do’a agar haul ini penuh keberkahan dan menghidupkan hati para pencari ilmu,” tambah Ibay, dengan penuh harapan.

Haul ini juga akan dihadiri oleh para tokoh agama karismatik, di antaranya Abu Payapasi dan Abon Hasbi, yang dikenal luas sebagai ulama bersahaja dan penuh hikmah. Kehadiran mereka semakin menguatkan ruh acara sebagai momentum spiritual yang penuh keberkahan.

Perjalanan Rombongan: Dari Langsa ke Dayah Darussalam Al-Wallyyah Labuhan Haji, Menuju Cahaya Guru

Rombongan haul direncanakan berangkat pada pukul 08.00 WIB dari Langsa menuju Dayah Darussalam Al-Wallyyah Labuhan Haji. Meski jarak terbentang jauh, namun langkah para peserta haul tak lain merupakan simbol kerinduan yang dalam kepada Abuya, dan semangat silaturahmi antar-alumni yang telah ditempa dalam satu pondok, satu ajaran, dan satu cinta kepada Allah.

“Hidup manusia itu adalah tentang ta’aruf. Dan haul ini menjadi tempat pertemuan ruhani, tempat kita mengenal lagi wajah-wajah yang telah membersamai kita dalam thalabul ‘ilmi,” lanjut Ustadz Abdusyafi.

Nilai Spiritual Haul: Do’a, Ridho, dan Derajat Cinta

Haul ini juga menjadi ruang untuk menghidupkan nilai-nilai yang mulai pudar di kalangan masyarakat seperti adab, ketawadhu’an, dan penghambaan yang jujur kepada Allah SWT.
“Kita berkumpul bukan hanya karena cinta, tapi karena ingin mencari ridho Allah dan Rasul. Karena guru adalah jembatan, dan mencintai guru adalah bagian dari mencintai Allah,” ucap salah seorang alumni peserta haul.

Kupi Disini: Bukan Sekedar Kedai, Tapi Jejak Perjalanan Ruhani

Sebagai sebuah gerakan anak muda yang berakar pada tradisi dan nilai, Kupi Disini percaya bahwa mencintai ulama adalah bagian dari mencintai cahaya. Maka haul ini menjadi penanda bahwa warung kopi pun bisa menjadi tempat menghidupkan kembali ruh keilmuan, bahkan mengirimkan do’a terbaik kepada sosok-sosok besar seperti Abuya Sheikh Haji Muhammad Wali Al-Khalidi.
Semoga haul ini berjalan dengan lancar, penuh rahmat, dan menjadi sebab turunnya keberkahan bagi semua yang terlibat, baik yang hadir langsung maupun yang hanya dapat menghadiri dengan hati dan do’a. Termasuk Kupi Disini, yang dalam senyap, mengalirkan cintanya dari balik cangkir-cangkir hangat yang menjadi saksi lahirnya generasi pencinta ilmu. */Dz

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article