28.3 C
Jakarta
Monday, November 2, 2026

Bayang bayang AI Agent dalam Perang Hegemoni AS – Tiongkok

Must read

Aufa Pradana
Aufa Pradanahttp://igmastudio.com
Reporter dan Sarjana Hubungan Internasional UNWAHAS
Dengarkan berita ini

AI Agent nampaknya berperan penting dalam perang hegemoni antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Dirilisnya Deepseek baru baru ini yang merupakan produk AI asal negeri tirai bambu, diproyeksikan akan menjadi pesaing utama ChatGpt yang merupakan AI Agent unggulannya Amerika Serikat. Dirilisnya Deepseek pada Januari, 2025 lalu langsung mengguncang dunia teknologi khususnya pada segmen Aritifical Intelligence.Diluncurkannya Deepseek bahkan membuat saham teknologi di AS langsung jatuh dan beberapa nama saham yang jatuh merupakan nama nama raksasa teknologi seperti NVIDIA dan ASML. Reuters mewartakan, menurut laporan berbagai sumber, tak lama setelah peluncuran DeepSeek, saham Nvidia anjlok hingga 17%, ASML turun 6%, dan Broadcom jatuh 17%.

Tak hanya memengaruhi saham teknologi, perusahaan asal Cina itu juga disebut-sebut berimbas pada saham terkait energi seperti saham GE Vernova yang anjlok hingga 21% dan saham Vista anjlok 28%.

Berangkat dari persoalan tersebut DeepSeek sontak menuai atensi tinggi, terutama bagi para investor yang berinvestasi di dunia saham teknologi. Deepseek diklaim lebih baik daripada model-model terkemuka di industri Amerika Serikat. Platform ini juga disinyalir menjadi ancaman besar tatanan dunia teknologi.

Disamping itu, pesatnya AI Agent seperti Deepseek tentu membuat keberadaan platform AI lainnya seperti ChatGPT,Gemini, serta Claude, yang notabene nya merupakan AI Agent asal Amerika Serikat semakin terancam. Hal ini tentu mengindikasikan bahwa diluncurkannya Deepseek membuat Tiongkok ingin menyaingi hegemoni Amerika Serikat di kancah teknologi Artifical Intelligence. Deepseek juga diklaim lebih unggul karena diyakini mampu melampaui platform AI di AS, ChatGPT, dari segala aspek seperti dari segi biaya, spesifikasi, maupun kemudahan dalam mengaksesnya. Hal tersebut juga dikarenakan DeepSeek telah membeli “stok cip Nvidia A100”, sebuah cip yang telah dilarang diekspor ke China dan disinyalir menjadi cip dasar platform tersebut. Sehingga Deepseek memiliki daya komputasi yang lebih baik dari rivalnya yaitu ChatGPT.

Dari berbagai latar belakang tersebut tentu dapat disimpulkan bahwa AI menjadi salah satu media yang paling efektif untuk saat ini dalam melegitimasi pengaruh nya di dunia. Banyaknya user Deepseek yang menyentuh angka 61,81 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia menjadi bukti nyata bahwa perkembangan platform AI dapat memperluas hegemoni suatu negara di dunia. Tiongkok adalah contoh nyata dari hal tersebut. Sistem komputasi AI agent Deepseek -R1 yang lebih up to date serta menawarkan proses pemecahan masalah matematika, pemrograman, dan pemrosesan bahasa alami, dengan biaya pengembangan dan langganan yang lebih murah, menjadikan bahwa Tiongkok selangkah lebih maju dibanding dengan rivalnya yakni Amerika Serikat.

Perang hegemoni antara Amerika Serikat dan Tiongkok telah bertransformasi dari arena militer dan ekonomi menjadi lanskap digital yang jauh lebih kompleks. Pada akhirnya, persaingan ini membuka kesadaran global bahwa teknologi bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan bagian dari strategi geopolitik yang kompleks. AI menjadi ujung tombak diplomasi baru, dengan setiap baris kode menyimpan visi ideologis tentang bagaimana dunia seharusnya diatur.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article