Kabupaten Pekalongan (11/02) – Banjir tahunan yang melanda Kelurahan Pekuncen terus menjadi permasalahan yang menghambat aktivitas warga. Dengan ketinggian air mencapai 50 cm, bencana ini berdampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun, hingga saat ini, belum ada perhatian serius dari para pemangku kepentingan untuk menangani permasalahan tersebut.
Melihat kondisi ini, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2025 berinisiatif mengambil langkah konkret melalui penyusunan policy brief guna menarik perhatian pemangku kepentingan terhadap urgensi permasalahan ini.
Penyusunan policy brief ini tidak hanya berdasarkan kajian literatur, tetapi juga melibatkan wawancara langsung dengan warga terdampak banjir. Wawancara dilakukan pada 27 Januari hingga 2 Februari dengan membagi tim menjadi dua kelompok. Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan kondusif, sehingga menghasilkan informasi yang komprehensif mengenai dampak banjir di Kelurahan Pekuncen.
Kontribusi Tim Multidisiplin dalam Penyusunan Policy Brief
Dalam penyusunan policy brief ini, KKN Tim I Undip melibatkan tim multidisiplin yang berkontribusi sesuai bidang keahlian masing-masing, di antaranya:
- Tim Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan mengkaji dampak banjir terhadap kesehatan warga, seperti meningkatnya risiko penyakit akibat sanitasi yang buruk dan penyebaran vektor penyakit.
- Tim Ekonomi dan Sosial meneliti dampak banjir terhadap perekonomian warga, khususnya kelompok rentan yang kehilangan sumber penghasilan akibat bencana ini.
- Tim Perencanaan dan Kebijakan Publik mengkaji kebijakan tata kelola banjir yang sudah ada serta memberikan rekomendasi berbasis regulasi yang lebih responsif terhadap permasalahan ini.
Selain penyusunan policy brief, Tim KKN juga mengadakan berbagai program pendukung untuk membantu masyarakat menghadapi banjir, seperti:
- Sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan banjir, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga mengenai langkah-langkah mitigasi serta tindakan darurat yang dapat dilakukan saat banjir terjadi.
- Program gotong royong dalam pembersihan saluran air, guna memastikan aliran air tetap lancar dan mengurangi risiko genangan yang lebih tinggi.
- Pembuatan tanggul darurat, sebagai langkah mitigasi awal untuk mengurangi dampak langsung banjir terhadap rumah dan fasilitas umum.
- Penyuluhan mengenai kesehatan dan sanitasi, agar warga lebih siap dalam menghadapi potensi penyakit yang muncul akibat banjir.

Harapan dan Langkah Selanjutnya
Hasil dari policy brief ini akan disampaikan kepada pemerintah daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan lainnya dengan harapan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang lebih berkelanjutan dan berbasis bukti.
Selain itu, Tim KKN berharap agar masyarakat dan pemerintah dapat bersinergi dalam mengatasi permasalahan banjir ini secara jangka panjang. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk menangani dampak langsung banjir, tetapi juga menciptakan solusi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga Pekuncen.
Dengan adanya kajian ini, KKN Tim I Undip berharap Kelurahan Pekuncen tidak lagi dibiarkan tenggelam, melainkan mendapatkan perhatian dan solusi nyata agar masyarakat dapat hidup lebih aman dan sejahtera.



