28.3 C
Jakarta
Monday, November 2, 2026

Beasiswa Kemenpora-LPDP: Investasi Negara untuk SDM Olahraga Unggul

Must read

Aufa Pradana
Aufa Pradanahttp://igmastudio.com
Reporter dan Sarjana Hubungan Internasional UNWAHAS
Dengarkan berita ini

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi meluncurkan Program Beasiswa Keolahragaan. Program ini memberikan kesempatan bagi atlet, mantan atlet, dan tenaga profesional di bidang olahraga untuk menempuh pendidikan jenjang magister dan doktor, baik di dalam maupun luar negeri secara gratis.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menyampaikan apresiasinya terhadap LPDP yang telah membuka akses pendidikan tinggi bagi insan olahraga. Menurutnya, beasiswa ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem olahraga nasional serta menjamin keberlanjutan kesejahteraan para pelaku olahraga setelah mereka pensiun dari lapangan.

“Program ini bukan sekadar beasiswa, melainkan bentuk nyata dari dukungan negara terhadap masa depan para insan olahraga,” ujar Dito dalam peluncuran program di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta (9/7/2025).

Beasiswa ini terbagi dalam dua jalur:

  1. Peningkatan Prestasi, bagi atlet dan tenaga keolahragaan yang ingin meningkatkan kapasitas akademik mereka.

  2. Penghargaan Prestasi, diperuntukkan bagi atlet berprestasi tingkat internasional yang telah mengharumkan nama bangsa.

Peluncuran program ini turut dihadiri oleh Menko PMK Prof. Pratikno, Plt. Direktur Utama LPDP Sudarto, Sekjen Kemdiktisaintek Prof. Togar M. Simatupang, serta perwakilan dari KONI, NOC, dan para atlet.

Olahraga Sebagai Pilar Pembangunan SDM

Prof. Pratikno menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan karakter bangsa. Ia menyebut bahwa atlet memiliki kualitas seperti disiplin tinggi, respons cepat, dan militansi yang kuat — modal penting untuk pembangunan nasional.

Ia juga menyoroti bahwa kontribusi industri olahraga terhadap PDB Indonesia saat ini masih minim, yaitu sekitar Rp40 triliun atau kurang dari 2%. Dengan meningkatkan kualitas SDM olahraga melalui pendidikan, potensi tersebut bisa dimaksimalkan lebih jauh.

“Kita butuh lebih banyak ahli di bidang sport science, manajemen event olahraga, hingga arsitek stadion. Ini semua hanya bisa dicapai jika insan olahraga didorong untuk melanjutkan pendidikan formal,” ungkapnya.

LPDP: Bukti Negara Hadir untuk Insan Olahraga

Plt. Dirut LPDP, Sudarto, menegaskan bahwa beasiswa ini disusun secara selektif, adaptif, dan inklusif, dan sejalan dengan visi besar Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Ia juga menyampaikan bahwa surat rekomendasi dari Kemenpora atau KONI menjadi salah satu syarat utama dalam proses seleksi.

“Beasiswa Keolahragaan adalah bentuk inklusi strategis dalam sistem pembiayaan pendidikan nasional, yang dirancang untuk mendukung kemajuan olahraga Indonesia secara menyeluruh,” jelas Sudarto.

Selain itu, Kemenpora juga tengah merancang pengembangan program serupa di tingkat sarjana (S1), serta mendorong hadirnya sekolah-sekolah olahraga di berbagai daerah sebagai bagian dari visi pembangunan SDM unggul berbasis sportivitas sejak dini.

Pendidikan: Fondasi Prestasi dan Keberlanjutan

Program ini bukan hanya untuk mengejar gelar, tetapi menjadi sarana transformasi dan aktualisasi diri bagi insan olahraga. Dengan mengintegrasikan pendidikan dan olahraga, pemerintah ingin membentuk generasi unggul yang tak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas dan berwawasan luas.

“Beasiswa ini adalah komitmen jangka panjang pemerintah untuk menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan prestasi dan industri olahraga nasional,” tutup Dito.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article