28.3 C
Jakarta
Monday, November 2, 2026

Sedekah UYM, Antara Mencari Kekayaan dan Mengejar Amal

Must read

igmagazine
igmagazinehttps://www.igmagazine.id
Igmagazine adalah majalah online yang menyajikan berita tentang bisnis, hiburan dan gaya hidup. Untuk kerjasama hubungi 082130302233
Dengarkan berita ini

igmagazine.id – Beberapa bulan terakhir ini saya rajin menonton berita di channel-channel youtube. Ada yang menarik perhatian saya dan sedang viral-viralnya dan melibatkan nama besar seorang tokoh di Indonesia.

Berita yang sedang viral tersebut adalah tentang konsep dan praktek sedekah yang di populerkan oleh ustadz Yusuf Mansur atau yang lebih di kenal dengan sebut UYM.  Namun sayang berita viral tersebut adalah berita negative tentang UYM.  Beliau banyak menuai kecaman dari umat atau jemaahnya dan juga dari  netizen di dunia maya.

Kecaman tentang apa? yaitu tentang konsep sedekah yang menjadi topik di setiap ceramahnya.

Konsep Sedekah dalam Islam

Dalam agama Islam sedekah adalah suatu bentuk kepedulian sosial dengan cara membelanjakan harta di jalan Allah SWT dengan mengharapkan pahala dan ridha dari Allah Swt. Sedekah tersebut adalah anjuran dari Allah SWT yang terdapat di dalam Al-Qur’an maupun hadist Rasulullah SAW.

Sedekah lebih utama diberikan kepada kaum kerabat atau sanak saudara terdekat sebelum diberikan kepada orang lain. Sedekah juga akan lebih bermakna jika diberikan secara diam-diam daripada diberikan secara terangterangan dalam arti diberitahukan kepada masyarakat umum

Dalil Tentang Sedekah

Seperti firman Allah SWT:

Man dzalladzii yuqridhu llaha qardzan hasana fa yu dzaa ‘ifahu lahu adz ‘aafan katsirah Artinya, siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. (QS. Al-Baqarah, 245).

Seorang pernah bertanya kepada Nabi. “Sedekah apakah yang paling baik?”

Maka, beliau bersabda. “Engkau bersedekah padahal dirimu dalam keadaan sehat, lagi pelit, khawatir dengan kemiskinan, berangan-angan untuk menjadi kaya, dan janganlah mengulur-ulurkan waktu pengeluarannya. Sehingga nyawa sampai kepada tenggorokan. Lalu pada saat itu engkau menyesal seraya berkata bagi si fulan segini, bagi si fulan segini. Dan harta itu sudah menjadi hak si fulan.” (HR. Muslim).

Antara Mengejar Amal dan Mencari Kekayaan

Di balas 10 Kali lipat bahkan 700 kali lipat, benarkah?

Menurut mereka program sedekah yang di bawa oleh Pak Ustadz yang katanya bisa membawa  hasil 10 kalilipat bahkan 700 kalilipat. Benarkah ini bisa terjadi?

Dari banyaknya pemberitaan dan komentar-komentar dari berbagai pihak yang merasa di rugikan. Kita dapat melihat ada suatu kejanggalan kalaupun tidak mau disebut kesalahan atau kegagalan konsep sedekah ala UYM ini.

Tidak hanya persoalan sedekah, ustadz Yusuf Mansur juga mengalami klaim-klaim atas investasi patungan usaha dari jemaahnya hingga persoalan ini sampai ke ranah hukum.

Apa sih sebenarnya terjadi? dan mengapa bisa terjadi? yuk kita bahas dengan santsi, tentunya versi igmagazine, tanpa menghakimi dan menyalah-nyalahkan pihak tertentu.  Semoga kita mendapat pelajaran dari peristiwa tersebut.

Terlalu Textual

Kita dapat melihat di sini beliau sang ustadz melihat konsep sedekah  ini terlalu textual. Artinya ketika di katakan akan di balas 10 kali lipat, mereka seperti sudah memastikan hal ini benar-benar terjadi. Ya. gak begitulah…. Sedekah kok seperti hitung-hitungan saja..

Nyatanya, konsep itu sekarang menuai banyak permasalahan. Kita dapat menyaksikan di banyak channel youtube video-video kecaman terhadap kejadian ini.

Jadi, janganlah mengartikan perintah atau anjuran sedekah itu terlalu textual saja, tapi cobalah kita mengerti dan memahami secara konseptual.

Mencari Kekayaan

Menyaksikan apa yang di pertontonkan oleh UYM, seperti yang kita saksikan di banyak channel youtube,, kita merasa geli mlihatnya.  Ini bisa mempermalukan umat Islam.  Ayat-ayat suci tentang sedekah di artikan terlalu rendah dan terlalu duniawi.  Di pakai untuk mengumpulkan harta semata dan semua di ukur dengan materi.

Mengejar Amal

Seperti Firman Allah dalam surat QS. Al-Baqarah, 245,  Allah akan melipatkangandakan yang banyak. Hendaklah kita bersedakah semata-mata untuk mengejar ridho Allah.  Untuk itu,  dalam bersedekah haruslah kita ikhlas melakukannya.  Jangan membayangkan akan segera di balas, 10 kali lipat atau 700 kali lipat. Nanti niat kita bersedakah akan menjadi tidak ikhlas.

Apa Moral dari Masalah Sedekah ala UYM dan tulisan ini?

Setiap kejadian yang menimpa orang lain dan yang menimpa diri kita adalah sebuah pelajaran.  Ada yang penting yang dapat kita petik dari permasalahan UYM yang terungkap ke publik. Tulisan ini dimaksudkan untuk kita dapat mengambil hikmahnya.

Berpikirlah dengan Logika

Dalam salah satu ucapan UYM tentang konsep sedekahnya antara lain, kalau kita sedekah motor 7 Juta, maka Allah akan lipatgandakan menjadi 70 Juta, minimal mobillah.

Apakah ini masuk logika? Menurut saya tidak!..   Jadi sebelum kita memutuskan untuk mengikuti anjurannya, cobalah kita berpikir sejenak apakah yang di sampaikan itu masuk akal atau tidak.

Mencari tahu lebih banyak

Jika kita hanya mendengar dari satu orang saja, misalnya hanya dari UYM, mungkin kita akan terkontrol oleh doktrinnya.  Ada baiknya kita mencari tahu ilmunya atau informasinya lebih banyak.  Kita bisa bertanya kepada ustadz-ustadz lain agar kita memperoleh referensi.

Sebab, sekarang banyak sekali orang-orang yang mengemas dirinya dengan kemasan agama, padahal tujuannya sebenarnya bukan itu.  Mereka sangat pandai menyampaikan ayat-ayat Tuhan, apa lagi melihat masyarakat Indonesia yang sangat menghargai dan mengikuti ucapan-ucapan pemimpin agamanya.

Maka mereka semakin mudah memperdayai umat dan tujuan mereka mudah tercapai.

Berani Berpendirian Tegas

Kalau melihat tayangan-tayangan tentang anjuran sedekah UYM, pertanyaan yang timbul adalah mengapa hampir semuanya mau mengikuti? Mereka seperti tidak kuasa untuk menolak ajakan dari UYM.

Itu karena peng”kondisi”an yang di lakukan oleh UYM. Mereka di panggil ke atas panggung kemudian di tanya isi dompet dan kemudian “todong” di depan khalayak ramai. Situasi seperti itu membuat orang tidak berdaya untuk mengatakan “tidak”.  Belum lagi, ceramah itu sampaikan  dengan berbalut ayat-ayat suci dan terkadang di sampaikan di gedung masjid.

Pelajaran yang kita petik adalah beranilah untuk mengatakan tidak dengan tegas. Walaupun itu kepada seorang ustadz, jika itu menurut kita ada hal yang menyimpang.  Lakukanlah penolakan dengan cara-cara yang halus dan tidak menyinggung perasaan orang.

Dengan penyampaian yang tepat,  tentunya orang akan mengerti dan dapat memaklumi.

Kepada Yusuf Mansur

Yusuf Mansur mungkin mempunyai cita-cita atau impian yang luhur terhadap umat dan masyarakat. Yusuf Mansur mungkin bermaksud baik  dengan konsep sedekahnya. Yusuf Mansur mungkin ingin melihat orang-orang Indonesia maju dan hidup sejahtera dengan keuangan yang mapan.  Yusuf Mansur mungkin ingin mengembalikan kejayaan Indonesia dan memajukan ekonomi Indonesia.

Itu sangat baik dan terpuji.  Namun apakah sudah benar caranya? apakah sudah dipikirkan baik-baik dampaknya? apakah sudah di kalkulasikan matang-matang?

Begini,

Ketika Yusuf Mansur melakukan atau mempraktekkan konsep sedekahnya. Mungkin beliau berhasil menjadi kaya atau mendapatkan rejeki 10 kali lipat atau bahkan ribuan kali lipat.  Terbukti beliau hari ini adalah seorang yang sangat kaya raya.

Pertanyaannya?

Dari mana rejeki beliau?  dari mana arus cash flow nya? … Beliau sendiri mungkin tidak dapat atau tidak akan mau menjelaskannya.  Banyak yang menduga bahwa itu adalah hasil  dari sedekahnya umat.

Pertanyaan berikutnya…

Apakah orang lain yang nota bene orang biasa-biasa,  bisa melakukan hal yang sama seperti UYM melakukan ceramah-ceramah sedekah?  Ini yang patut UYM pertimbangkan… Jika kita tidak bijaksana melihatnya, ini akan menjadi pembodohan umat.  Dan sangat di sayangkan terlebih-lebih di lakukan oleh orang yang semestinya mengajarkan kebijaksaan berpikir dan berperilaku.

Kepada UYM, tolong di hentikan cara-cara seperti itu, dan mari ajak umat bekerja keras dan cerdas.  Ajak umat bersedekah sesuai dengan ajaran yang sebenarnya.

Bedakan Antara Mencari Kekayaan dan  Mengejar Amal

Dari gambaran problem UYM dan konsep sedekahnya,  Yuk kita ambil pelajaran lainnya yaitu pisahkan antara niat berbisnis dengan niat berdakwah.  Jangan di campur-campur, apa lagi sampai merugikan orang lain.  Jadi kita bedakan antara mencari kekayaan dan mengejar amal.  setuju.. tidak?  itu kata aa.

Semoga Yusuf Mansur Dapat Menyelesaikan Masalahnya

Ya sudah…. Semuanya sudah terjadi dan waktu tidak bisa di putar kembali.  Sekarang tinggal bertobat dan mulai menyelesaikan masalahnya. Yusuf Mansur adalah manusia biasa, yang juga bisa menjadi tempatnya salah dan khilaf.

Semoga masalah-masalah yang beliau hadapi dapat diselesaikan dengan cara yang baik.  Dan beliau kembali melakukan tugas-tugas mulianya dengan lebih lagi. Mari kita doakan beliau.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article