igmagazine.id – Paradigma: Danau Tenang Vs Arung Jeram
SIAPKAN ATTITUDE KITA
Ada seorang pedagang yang tinggal di pinggir sebuah danau yang tenang. Setiap siang pulang dari pasar, pedagang tersebut selalu berlayar dengan perahu kecilnya di tengah danau.
Seperti biasa setelah menikmati makan siangnya, pedagang tersebut tertidur di perahu kecilnya sampai sore. Sore hari saat dia terbangun, dia akan kembali berlayar ke tepi danau dan pulang ke rumah. Hal ini dilakukan terus menerus setiap hari.
Mengetahui kesukaanya berperahu, rekan rekannya mengajak untuk berperahu bersama. Pedagang tersebut setuju dan kemudian datang ke tempat dimana mereka akan berperahu bersama dengan membawa perahu kecilnya dan perlengkapannya.
Alangkah kagetnya sang pedagang ketika melihat sungai yang akan diarunginya, airya sangat deras, sangat berbeda dengan suasana danau dimana ia biasa berlayar.
Demikian pula dengan perahu dan perlengkapan yang dibawa rekan-rekannya, sangat berbeda dengan perahu dan perlengkapan yang ia bawa. Ternyata rekan rekannya mengajak untuk arum jeram.
Teman-tteman, danau yang menggambarkan sebuah situasi dimana tidak terjadi persaingan, tidak ada target di kejar dan perubahan yang terjadi, semuanya tetap sama setiap hari setiap waktu.
Kita dapat tertidur di sebuah danau yang tenang selama berjam-jam dan kemudian bangun kembali dan mendapatkan kita masih di tempat yang sama.
Mungkinkah kita tertidur saat ikut arum jeram? kehilangan focus sebentar saja kemungkinan besar akan terlempar ke air. Apa yang terjadi jika kita berada pada situasi, arum jeram tetapi memakai paradigma seperti di danau yang tenang ? kemungkinannya adalah sama, kta akan terlempar”
Seperti apakah situasi bisnis perusahaan?
danau tenang?
atau arung jeram?
apa Jadinya jika persaingan dan sikap kita seperti akan ke danau yang tenang, sementara yang akan kita hadapi adalah situasi arung jeram?
Hasilnya bisa berupa hilang sikap, frustasi, zero atau kru hilang.
Teman teman, pastikan bahwa paradigma kita, pas dengan situasi dimana kita Berada. Pastikan bahwa ‘peta’ kita pas dengan ‘teritori’ dimana kita berada.
Pastikan bahwa persiapan kita pas dengan situasi yang akan kita hadapi. Hanya dengan cara inilah kita bisa menghindari frustasi dan menikmat hidup, menikmati ‘pelayaran kita
Selamat berlayar, sukses untuk Anda.



