igmagazine.id – Mengapa Profesi Sales di Indonesia Belum di Hargai?. Apakah Anda juga memiliki pemikiran yang sama dengan kebanyakan masyarakat Indonesia? yaitu alergi dengan kata “Sales”. Hampir tidak ada orang yang begitu lulus dari sekolah kejuruan atau kuliah melamar pekerjaan sebagai seorang sales.
Profesi sales seolah-olah adalah profesi yang terpaksa kita terima oleh sebab tidak diterima di pekerjaan lain.  Hampir semua pencari pekerjaan ketika di tanya apakah mau menjadi sales? sebagian besar menjawab tidak.
Mengapa demikian? yuk kita cari tahu alasannya.
Mengenal Profesi Sales
Staf bagian penjualan (salesman/ saleswoman) merupakan orang-orang yang berdiri di garda terdepan pada transaksi jual-beli barang dan/atau jasa produksi perusahaan. Seorang sales akan menawarkan dan menyarankan barang atau jasa serta mendemonstrasikan cara menggunakan produk perusahaan tempatnya bekerja.
Berikut jenis Profesi sales Indonesia.
Sales Door to Door
Door to door artinya “pintu ke pintu” yaitu melakukan penjualan dengan cara menjajakan produk dari pintu ke pintu. Salesman/soleswomen datang menemui calon pembeli ke rumahnya langsung. Mereka menawarkan produknya secara langsung, sehingga tidak menunggu saja di tokonya. Cara ini lebih bagus karena setiap hari berpotensi bertemu calon customer dan tentunya kemungkinan untuk terjadinya penjualan lebih tinggi.
Sales Promotion
Metode penjualan ini biasanya jika perusahaan mempromosikan atau meluncurkan produk baru. Perusahaan Rokok adalah perusahaan yang sering menggunakan metode sales promotion ini. Tujuannya untuk memperkenalkan sebuah produk agar di kenal lebih di masyarakat. Biasanya program sales promotion ini dilaksanakan dengan periode tertentu, misalnya 1 bulan, 3 bulan atau 1 tahun lamanya.
Selain perusahaan rokok, perusahaan minuman juga banyak menggunakan metode sales promotion ini.
Direct Selling Management Training
Program Direct Selling Management Training belakangan menjadi sebuah kekuatan baru dalam metode penjualan sebuah produk.
Direct selling management training di singkat DSMT adalah metode yang menggabungkan antara sistem penjualan door to door dengan training (edukasi).
Apa yang di training dalam program DSMT ini? yaitu
- Keterampilan tentang bagaimana membangun kepercayaan diri
- Keterampilan tentang berkomunikasi
- Keterampilan tentang manajemen
- Keterampilan tentang kepemimpinan
5 Langkah Komunikasi
Ada 5 langkah prosedur presentasi untuk pitching. Tanyakan Leader / Manager Stock Point untuk contoh yang sesuai dengan produk anda.
- Introduction / Pembukaan, (Senyum, Kontak Mata dan eXcitement)
- Presentation / Presentasi, Tunjukkan dan letakkan produk ketelapak tangan pelanggan, Jelas dan singkat ketika menjelaskan tentang promosi tersebut.
- Short Story / Cerita Pendek, Gunakan prinsip KISS (singkat dan jelas), Specialty Kekhususan, Greed Serakah, Indifference Acuh tak acuh, Sense of Urgency Tergesa-gesa
- Close / Penutup, Tutup dengan penuh keyakinan, Takut kehilangan, Kendalikan
- Re-hash / Pengulangan, Pastikan bahwa pelanggan perlu membeli, karena yang lain sudah membeli, Berikan ide sebagai hadiah atau bingkisan untuk bos, keluarga, teman, saudara.
Pandangan Masyarakat Tentang Profesi Sales
Walaupun sudah banyak kisah keberhaasilan atau kisah sukses seorang yang berprofesi sales, namun khususnya di Indonesia belum bisa menjadikan profesi ini sebagai profesi idola atau profesi yang di dambakan.
Padahal profesi sales ini menjajikan penghasilan termasuk yang tidak membatasi. Artinya seorang sales bisa mencapai penghasilan yang tinggi. Tidak seperti karyawan yang gaji bulanan sudah tetap, segitu-gitu saja. Dan yang menjadi aneh, walaupun yang diterima sedikit tetap saja mereka lebih menyukainya daripada menjadi seorang sales.
Kira-kira mengapa ya?
Sistem Pendidikan
Menurut penulis, ini semua tentang sistem pendidikan di Indonesia yang tidak mengajarkan hal demikian. Sistem pendidikan kita lebih membawa kepada orang untuk menjadi seorang karyawan.
Paradigma yang Salah
Kemungkinan lain dari tidak adanya penghargaan terhadap profesi sales adalah paradigma yang sudah tertanam kuat di benak masyarakat sejak dari dulu.  Entah kenapa, ketika ada seseorang menghampiri kita dan menawarkan produknya, kita langsung membuat benteng pertahanan dan mengoyang-goyangkan telapak tangan tanda tidak sudi.
Gengsi Tinggi
Rasa gensi yang tinggi di masyarakat, entah mengapa dan pandangan ini di mulai sejak kapan? bahwa menjadi seorang sales adalah suatu yang memalukan. Kira-kira begitu yang sudah melekat di benak masyarakat Indonesia.
Kemalasan
Atau kemungkin lain adalah sifat malas yang menyelimuti sebagian besar masyarakat kita. Mereka rela menjadi orang yang meminta dari pada pergi ke jalan untuk jualan. Mereka tidak malu untuk berhutang untuk hidup daripada menawarkan sebuah produk dan mendapatkan hasil.
Penutup
Itulah Indonesia, kalau saja sebagaian besar kita menghargai profesi sales ini. Dan kalau saja masyarakat lebih menghargai profesi sales ini, tentu banyak orang yang akan tergerak untuk mau menjalankan profesi ini.
Dan dengan demikian pemerintah tidak perlu pusing menyiapkan program tenaga kerja sebagai upaya menampung pengangguran di Indonesia.
Satu kata, hidup sales Indonesia. mari kita menjadi sales. semoga artikel temtang Mengapa Profesi Sales di Indonesia Belum di Hargai? ini dapat membantu memberi kesadaran kepada kita semua.



