Band 2Insan Laporkan Sejumlah Karaoke Ke Polda Metro

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Igmagazine.id – Jakarta.  Dugaan kasus pelanggaran hak cipta kembali terjadi, kali ini menimpa musisi band 2insan. Group musik yang beranggotakan Zain Zalik (Zen) dan Sulaeman (Sule) merasa karya ciptanya di bajak oleh sejumlah karaoke.

Didampingi pengacara dari firma hukum Ros Flobamora, 2 Insan melaporkan sejumlah karaoke yang diketahui milik Inul Daratista (Inul Viesta), Ahmad Dhani (Masterpiece), Rossa (Diva), dan NAV serta Happy Puppy.

“Lagu Setulusnya ternyata ada pada daftar lagu di karaoke-karaoke milik para artis itu tanpa sepengetahuan kami. Tanpa izin dari sang pencipta lagu, Sulaeman. Makanya kami melapor,” kata vokalis 2 Insan, Zain Zalik di Polda Metro Jaya Rabu (24/6/2020).

Pertama Tahu dari Teman

Menurut pengakuan Zain Zalik sang vokalis, awal mula ia mengetahui lagu “setulusnya” dipakai dalam list lagu karaoke adalah dari temannya ketika berkunjung. Lantas Zain Zalik mencoba menelusuri sejumlah karaoke lain di Jakarta untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Ternyata memang benar, lagu “setulusnya” milik Band 2insan  ada di pakai di tempat karaoke tersebut di atas.

Minta Keadilan 

Berdasarkan bukti-bukti yang ada, pihak Band 2Insan yang di wakili Zain Zalik melaporkan dugaan tindakan melanggar hukum oleh sejumlah karaoke tersebut ke Polda Metro Jaya.

Sementara kuasa hukum Zain, Gerson P. Nggadas, mengatakan kliennya melaporkan sejumlah karaoke tersebut sejak 21 April 2020 dengan dugaan tindak pidana pelanggaran hak cipta Pasal 9 Ayat (1) dan atau Pasal 113 Ayat (3) dan atau Pasal 72 Ayat (1) UU No 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.

“Hari ini klien kami telah menjalani acara pemeriksaan di depan penyidik Krimsus Polda Metro Jaya. Kami juga sudah menyerahkan sejumlah bukti,” kata Gerson.

Saat ditanya soal tuntutan ganti rugi, Zain Zalik tak memikirkan soal nilai kerugian materiil yang dialami. Ia melapor karena ingin memberi efek jera.

“Kami fokus pada pelanggaran hak ciptanya. Pembajakan terhadap karya orang. Jadi kasusnya pidana ini, bukan perdata. Karena kami ingin ada efek jera. Karena ini sudah seperti kebiasaan melanggar hak cipta,” kata Gerson.

Pelajaran Untuk Mengharga Karya Orang Lain

Belajar dari kasus di atas, semoga kedepannya tercipta suasa yang kondusif dalam bisnis ini. Kita harus menghargai karya setiap orang. Bayangkan berapa yang sudah di hasilkan oleh bisnis karaoke tersebut, sementara si pemilik lagu yang telah bekerja keras menghasilkan karya hanya gigit jari.

Semoga ada penyelesaian yang win-win solusi atas kejadian yang terjadi antara band 2insan dan pihak-pihak yang terkait.

Share.

About Author

Igma

Saya seperti kereta barang. Bekerja pada detail, memutar mereka dan bermain dengan mereka selama bertahun-tahun, tetapi selalu tetap di jalur yang sama. Orang-orang yang menunjukkan perfeksionisme yang tidak sehat takut akan kegagalan, takut akan kritik.

Leave A Reply