28.3 C
Jakarta
Monday, November 2, 2026

Kemenpora dan LIB Sepakat Kelola Supporter Secara Profesional, Menpora Dito Optimistis Tingkatkan Kualitas

Must read

Aufa Pradana
Aufa Pradanahttp://igmastudio.com
Reporter dan Sarjana Hubungan Internasional UNWAHAS
Dengarkan berita ini
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI meyakini dengan pengelolaan suporter sepak bola yang profesional maka akan berdampak bagi kualitas industri olahraga.
Untuk itu penandatanganan kerjasama antara Kemenpora dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) atau yang kini menggunakan brand baru: I.League menjadi sangat relevan untuk kebutuhan pengelolaan sepak bola ke depan lebih termaintain secara profesional sehingga kualitas industri  olahraga Indonesia dapat diandalkan.

Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo saat menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Deputi Pengembangan Industri Olahraga Raden Isnanta dengan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus.

Penandatanganan PKS tersebut berlangsung di Media Center Kemenpora, Jakarta, Senin (28/7/2025).
Penandatanganan kerja sama ini lebih ditekankan kepada komunikasi, informasi dan edukasi pembinaan suporter pada liga sepak bola profesional di Tanah Air.
Dalam acara tersebut juga dilakukan kick off launching Program Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bagi suporter sepak bola Indonesia.

 

 

Menpora Dito mengingatkan langkah Kemenpora ini merupakan implementasi nyata dari amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, khususnya Pasal 55, yang mengatur tentang pembinaan suporter dan perlindungan hukum bagi pelaku olahraga dan para suporter.
Menpora dua periode di Pemerintahan Jokowi dan kini berlanjut di Pemerintahan Prabowo kembali menegaskan ikhtiar Kemenpora ini bukanlah sebuah bentuk intervensi, melainkan upaya strategis pemerintah untuk membantu meningkatkan kualitas industri olahraga nasional.
“Dasar hukumnya sangat jelas, legal dan bukan upaya intervensi pemerintah. Justru ini adalah salah satu langkah meningkatkan industri olahraga di Indonesia. Karena suporter olahraga adalah variabel terpenting dalam keberlangsungan industri olahraga,” tandas Menpora Dito.

 

 

Pada momentum tersebut, Menpora Dito didampingi Deputi Pengembangan Industri Olahraga Raden Isnanta dan dari pihak LIB langsung dihadiri Dirut PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus dan Eko Setyawan selaku Anggota Komite Eksekutif PSSI dan Asep Saputra sebagai Direktur Operasional I.League.
Menpora Dito menjelaskan pada tahap awal ini, program tersebut akan dimulai dengan melibatkan 10 klub lebih dulu. Rinciannya adalah Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Bali United, Arema FC, PSS Sleman, Semen Padang, Borneo FC dan Malut United.
“Intinya bagaimana menaikkan taraf industri olahraga Indonesia lebih baik dan berkualitas yang ujungnya kepada kesejahteraan dan pembinaan. Klub-klub besar sudah punya organisasi suporter nanti akan ada pelatihan dengan para pakar dan simulasi-simulasi,” terang Menpora Dito.

 

 

Supporter adalah Elemen Penting
Lebih lanjut Menpora Dito mengatakan,  suporter adalah elemen paling vital dalam ekosistem olahraga, khususnya sepak bola. Karena itu, edukasi terhadap suporter tidak hanya penting dari sisi keamanan, tetapi juga untuk mendukung keberlanjutan industri sepak bola nasional.
“Kalau suporter makin teredukasi, suasana stadion akan makin tertib, harmonis, dan nyaman untuk menikmati sebuah pertandingan. Dan juga tercipta suasana kekeluargaan yang makin terasa. Dampaknya bukan cuma kepada keamanan saja. Akan tetapi juga ke penjualan tiket, merchandise, hingga geliat UMKM sekitar stadion,” tutur Dito.
Menpora Dito menyatakan bahwa Kemenpora hadir untuk benar-benar mencari solusi yang langsung ke akar persoalan, demi membentuk kultur suporter yang lebih positif dan produktif.
“Jika sukses, program akan dikembangkan ke cabang olahraga lain. Harapan kami, Indonesia bisa menjadi contoh bagi dunia dalam membangun budaya suporter yang sehat dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Menpora Dito juga menginginkan kolaborasi tersebut dapat berdampak langsung dan semakin luas pada ekosistem industri olahraga, termasuk pada peningkatan kesejahteraan tenaga olahraga dan pelaku UMKM.
“Ini adalah kolaborasi nyata yang baik untuk
a depan olahraga Indonesia. Semoga setelah PKS ini bisa langsung eksekusi programnya cepat dan dapat dirasakan dampaknya,” ucap Dito yang juga Ketua DPP Partai Golkar ini.
Melibatkan Peran Media
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, menyambut baik kerja sama operator sepak bola profesional dengan pemerintah.
Dia menegaskan keberadaan suporter merupakan salah satu elemen penting dalam sepak bola.

 

 

Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Raden Isnanta menjelaskan bahwa tindak lanjut kerjasama antara Kemenpora dan PT LIB (I.League) selain melibatkan organisasi suporter dengan kegiatan KIE produktif. Termasuk juga kepada pihak keamanan, kesehatan, penanggung jawab pertandingan dan media

Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Raden Isnanta menjelaskan bahwa tindak lanjut kerjasama antara Kemenpora dan PT LIB (I.League) selain melibatkan organisasi suporter dengan kegiatan KIE produktif. Termasuk juga kepada pihak keamanan, kesehatan, penanggung jawab pertandingan dan media (AG Sofyan)
“Tentu diharapkan PKS nantinya bisa memberikan edukasi bagi teman-teman suporter. Ini adalah langkah strategis dan memberi dampak positif bagi sepak bola Indonesia,” pungkas Ferry.
Sementara Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga  Raden Isnanta mengungkapkan pihaknya bersama komunitas, pakar,  LIB, PSSI, ahli sosialogi dan stakeholder lainnya akan turun menemui pentolan suporter.
“Kita akan bersama-sama dengan organisasi suporter menjalin komunikasi, informasi dan edukasi yang produktif. Termasuk juga kepada pihak keamanan, kesehatan, penanggung jawab pertandingan, dan lain-lain,” jelas Deputi Isnanta.
“Kita lakukan komunikasi juga dengan media, untuk dapat membantu menyebarluaskan edukasi dan informasi tindak lanjut penandatanganan ini,” imbuhnya.
Deputi Isnanta menegaskan, dalam pelaksanaan edukasi tersebut yang utama akan dilakukan adalah pendekatan psikologi sosial. Sedangkan kerja sama kedua belah untuk saat sekarang tidak dibatasi waktunya.
Isnanta mengharapkan dari penandatanganan kerja sama ini akan tercipta ekosistem sepak bola yang sehat, aman, nyaman dan memberikan kepuasan bagi ekosistem bola itu sendiri sehingga tercipta industri olahraga Indonesia yang berkualitas semakin tumbuh, berkembang dan maju.
- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article