igmagazine.id –Â Hal ini nyatanya ditunjukkan Ayu Nirmala Sari saat merintis bisnis Multi Level Marketing ( MLM) PT Duta Elok Persada (DEP) dari sejak tahun 2016.
Berkat kegigihannya, melalui MLM Ayu berhasil meraih beragam prestasi seperti The First Winner Kategori Top Seller dan Kategori Top Recruiter dalam Ajang DEP Millionaire Round Table (DMRT) Award 2020.
“Pada ajang tersebut Alhamdulilllah saya terpilih menjadi kandidat untuk 4 kategori yang diperlombakan yaitu kategori Top Seller, Top Recruiter, Top Star Maker dan Top Bonus.
Setelah melalui beberapa tahap kompetisi, saya dianugerahi The First Winner untuk kategori Top Seller dan Top Recruiter dalam acara DMRT AWARD 2020 yang disiarkan secara langsung di TVRI pada Januari 2021 lalu,” ungkap Ayu, Sabtu (3/7/2021).
Hingga berada di titik saat ini, bukanlah hal yang mudah bagi Ayu. Ia bercerita saat awal merintis harus mendengar ucapan-ucapan kurang mengenakkan dari masyarakat terkait bisnis MLM.
“Awal merintis itu sempat ada ejekan dari orang, dikira dosen kurang duit dan buat malu alumni ITB karena saya alumni ITB. Tapi saya pikir respons kita terhadap sesuatu menentukan segalanya. Kalau kita merespons kita tidak akan dapat apapun. Jadi saya pilih mereka sebagai tim hore-hore saya yang akan menyaksikan pencapaian saya, ketika saya mendapatkan pencapaian itu, tidak akan lagi yang mengejek,” ujar Ayu.
Tak hanya itu, selama bertahun-tahun, Ayu juga harus berjuang untuk perlahan mengubah stigma masyarakat yang menganggap bisnis MLM merupakan bisnis haram.
“Di stigma masyarakat yang menganggap MLM ini haram. Saya tidak menganggap itu sebagai halangan karena saya menjalankan sistem MLM ini secara halal yang ditetapkan dewan syariat MUI. Jadi tidak ada kendala disitu,” tuturnya.
Ayu percaya bahwa kesuksesan akan datang menghampiri asal punya kemauan ingin berhasil walaupun tak memiliki latar belakang marketing. Hal ini dapat terlihat dengan latar belakang ayu sebagai sarjana dalam bidang ilmu eksakta yang jauh dari ilmu marketing.
“Enaknya bisnis MLM ini bisa menyukseskan orang tanpa latar belakang, jadi gak perlu ada basic marketing, ekonomi, harus S2 karena kita itu akan mengajarkan orang yang kita rekrut, menjalankan bisnis ini, memasarkan, dan membina jaringan. Gak perlu background. Gak perlu basic marketing, tapi mau gak diarahkan dan disukseskan,” jelasnya.
Menariknya, Ayu membuat masyarakat ataupun member bisnisnya bersemangat dengan memotivasi dengan pencapaian yang ia raih secara nyata.
“Saat membangun bisnis, kita harus ada pencapaian dan bukti. Saya punya istilah yaitu asupan kesombongan yaitu ditujukan untuk pencapaian yang saya miliki. Jadi apapun itu saya share seperti beli mobil atau rumah, tanah. Karena kalau kita tidak kita tunjukkan pencapaian kita, orang tidak akan percaya,” kata Ayu.
“Saya pede karena saya bergabung di perusahaan yang tepat. Jadi saya tidak perlu berdebat dengan hal itu, saya tunjukkan sertifikatnya yang halal dari MUI. Kemudian produknya ada logo halalnya, jadi aman lah,” lanjutnya.
Selain itu, Ayu juga menjadikan keluarga terutama sang anak sebagai motivasi tersebar dirinya untuk semangat bekerja. Baginya, anak adalah kekuatan saat dirinya sedang berada di titik terendah.
“Anak saya tentunya yang menjadi motivasi saya. Karena begitu sudah menjadi orangtua, cara pandang kita terhadap sesuatu itu akan berbeda, semua itu untuk anak dan saya berpikir bagaimana caranya agar anak saya punya kehidupan lebih baik kedepannya. Anak saya dalam berbisnis itu bukanlah halangan tapi menjadikan energi untuk semangat,” kata Ayu.
Dalam menjalankan bisnis MLM ini, bagi Ayu tak ada istilah senioritas namun saling bekerjasama untuk dapat maju dan sukses bersama.
Hal ini Ayu lakukan dengan menyisihkan waktunya untuk para member dua kali dalam seminggu untuk mengevaluasi kendala yang dialami dan memberikan ilmu serta pendampingan kepada member.
“Setidaknya dua kali dalam seminggu saya mengadakan pertemuan rutin dengan para downline di jaringan untuk memotivasi mereka, mengajarkan dan mendampingi mereka dalam menjalankan bisnis ini. Saya menjadi pembicara dalam berbagai pelatihan saya adakan untuk menambah knowledge dan skill mereka agar semakin percaya diri dalam berbisnis,” ujarnya.
“Sudah banyak sekali member yang sudah mewujudkan impiannya karena bisnis ini. Ada yang sudah beli kendaraan sendiri, lulus S2 dari hasil kerja ini, beli motor ataupun mobil yang saya terlibat dalam mereka meraih suksesnya. Jadi itu kepuasan yang tidak bisa dibayar,” ucap Ayu.
Ayu berhasil membuktikan bahwa melalui Bisnis MLM ini, dirinya dapat membuat keluarga ataupun orang terdekat memiliki kehidupan yang berkecukupan tanpa ada unsur haram.
Terbukti, dari hasil kerja kerasnya, Ayu selalu mendapatkan bonus perbulan hampir 20 kali dari gaji pokok sebagai seorang dosen PNS, yang ia gunakan untuk membeli 2 mobil dan membangun rumah yang dilengkapi dengan business center dan kolam renang.
Selain itu, ia juga telah mendapatkan logam mulia 1 gram, pin emas bertahta 1 berlian, pin emas bertahta 2 berlian dan motor seharga 30 juta rupiah yang merupakan reward atas pencapaian peringkat di bisnis ini.
Tidak hanya itu, setiap tahunnya dia bersama keluarga kecilnya berhasil untuk jalan-jalan gratis ke luar negeri bersama PT DEP.
Kelola Manajemen Waktu
Selain sibuk sebagai pebisnis, ternyata Ayu juga seorang abdi negara sebagai dosen ASN di UIN Ar Raniry Banda Aceh.
Sama seperti di dunia bisnis, Ayu juga ternyata berprestasi dengan meraih banyak pencapaian, diantaranya 10 besar dosen UIN AR Raniry dengan Publikasi terbanyak 2020.
Bagi Ayu, berprestasi dalam dua hal sekaligus bukanlah hal mustahil jika sudah memiliki kelola manajemen waktu yang sudah tersistematis.
“Saya terbiasa membuat schedule bulanan dengan buat satu bulan kegiatan penting itu apa saja kemudian saya ambil per harinya. Jadi tidak ada istilah leyeh-leyeh atau buang waktu karena dalam satu hari itu saya sudah punya kegiatan yang harus saya capai,” kata Ayu.
“Hidup itu tidak bisa mengalir seperti air tapi harus ada rencana,” lanjutnya.
Selain itu, dalam menjalankan dua profesi ini, Ayu juga merasakan perubahan dalam dirinya menjadi sosok yang lebih sabar dan paham akan kondisi yang berada di sekitarnya.
“Dulu waktu saya menjadi seorang dosen, ada yang menghubungi saya jam 11 malam, saya menanggapinya ngegas, tapi ketika saya masuk ke MLM ini, saya tetap ladeni karena jika ada orang yang menghubungi di pukul segitu berarti ada hal yang penting,” tuturnya.
Dan, Ayu mengakui bahwa menjalankan dua bisnis ini sekaligus membuat dirinya lebih terbuka kepada orang lain maupun member.
“Saya menjadi lebih terbuka dan lebih ramah karena posisi saya sebagai seorang leader bukan seorang bos. Saya tidak bisa memarahi downline tapi lebih mengarahkan mereka yang memberi contoh yang bisa mereka tiru,” pungkasnya.



