igmagazine.id – Pencernaan dan Gangguan Saluran Pencernaan. Masalah pencernaan umumnya di sebabkan oleh makanan yang di komsumsi. Masalah pencernaan sebenarnya tidak perlu terjadi jika Anda tepat dan benar memilih makanan dan minuman yang di konsumsi.
Pencernaan dan Gangguan Saluran Pencernaan
Hindari jajanan, karena kita tidak mengetahui kadar kebersihannya. Selain itu pada jajanan sering di tambahkan zat-zat yang berbahaya seperti pewarna, pengawet, penyedap rasa, dan lain-lain.
Karena itu, demi kesehatan pencernaan biasakan diri Anda mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat (menu seimbang, banyak sayuran, kurangi lemak dan daging merah) dan bersih, jadwalkan makan teratur, porsi makanan secukupnya.
Cerminan Kesehatan Pencernaan
Kesehatan pencernaan tercermin dari BAB teratur, minimal sekali sehari. Untuk itu konsumsilah banyak makanan yang mengandung serat tinggi sehingga gerakan peristaltic usus lancar dan BAB juga lancar. Sayuran dan buah adalah makanan yang mengandung kadar serat tinggi, demikian juga outmeal.
Faktor Usia terhadap masalah pencernaan
Namun, apapun yang terjadi dengan pencernaan, tak dapat di pungkiri bahwa seiring dengan bertambahnya usia, produksi enzim pencernaan makin sedikit, demikian pula asam lambung.
Akibatnya makanan makin sedikit yang dapat di cerna dan diserap. Jika asupan banyak (artinya Anda terlalu banyak makan) padahal usus sudah tidak memproduksi banyak enzim dan asam lambung, maka bertumpuklah sisa makanan yang tidak tercerna. Dan ini menimbulkan toksin/gas yang akan menjadi masalah lambung (kembung, sakit perut, mual, dan lain-lain).
Makanan Penyebab Masalah Pencernaan
Bicara tentang pencernaan pasti berhubungan dengan segala sesuatu yang kita makan termasuk obat-obatan. Jika makanan yang kita makan atau obat yang kita telan tak cocok, pasti pencernaan berulah. Maka muncullah keluhan mual bahkan muntah sebagai pertanda adanya gangguan atau masalah pada pencernaan.
Penyakit Yang Berhubungan dengan Pencernaan
Ada banyak gangguan atau masalah pada pencernaan, misalnya radang lambung, sakit maag, diare, dan lain-lain. Namun itu adalah gangguan umum yang kemungkinan bisa sembuh sendiri dengan pantang makanan tertentu, dengan “obat warung” kalau parah harap pergi ke dokter.
Yang perlu di waspadai adalah penyakit-penyakit serius yang mau atau tidak mau, kita perlu konsultasi dokter.
Berikut ini beberapa di antaranya, terutama yang terjadi pada pria usia di atas 50 tahun.
Kanker Usus
Ada jenis kanker usus tertentu yang diturunkan secara genetic, yaitu Colorectal Cancer. Di ketahui 6-7% karus Colotectal Cancer mempunyai riwayat keluarga. Jika dalam keluarga Anda ada yang menderita penyakit ini sebelum berusia 45 tahun, maka Anda harus waspada karena Anda pun beresiko.
Namun resiko ini berkaitan dengan usia. Jika keluarga Anda itu kena penyakit itu pada usia 60 tahun misalnya, maka Anda tidak beresiko.
Selain factor genetic, factor pola makan yang buruk juga beresiko mendapat kanker usus. Pola makan yang buruk, yang rendah serat dan tinggi lemak di percaya oleh para ahli 80% merupakan penyebab kanker usus.
Faktor resiko lainnya adalah gaya hidup yang tidak active secara fisik. Ini bisa memunculkan penyakit lain seperti sulceratine colitis, Ccrohn’s disease yang menyebabkan inflasi kronik.
Diare
Jika tinja terlalu lembek bahkan cair, atau terlalu sering BAB, maka masalah yang di hadapi adalah diare (diarrhea). Diare bisa akut (mendadak muncul dan berakhir beberapa hari kemudian) atau kronik (bisa berlanjut sampai lebih dari tiga minggu).
Sakit perut, kedinginan atau demam, dan sering kali muntah, itulah biasanya gejala diare akut. Beberapa penyebab diare antara lain menyantap makanan yang sudah lama di simpan di kulkas, makan daging atau telur yang di masak tidak matang, makanan yang tidak bergizi.
Penyebab lain adalah marah dan gelisah yang biasa di sebut performance –anxiety diarrhea (contoh : mahasiswa yang menghadapi ujian, atau seseeorang yang akan berpidato).
Diare kronik mempunyai penyebab yang berbeda. Salah satunya adalah intoleransi terhadap susu dan produk-produknya. Juga tak tahan konsumsi gandum, pola makan buruk, pencernaah yang bermasalah seperti irritable bowel syndrome dan inflammatory bowel disease.
Diare yang di sebabkan kuman-kuman penyakit, di tularkan melalui makanan atau minuman yang tercemar kuman, yaitu yang di masak tidak sempurna. Penularan juga bisa terjadi melalui tinja, karena itu sebaiknya tangan di cuci bersih setelah cebok.
Kuman-kuman penyebab diare bisa bertahan lama di lingkungan yang lembab, bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Inflammation Bowel Disease
Inflammation Bowel Disease (IBD) termasuk di dalmnya adalah Crohn’s disease dan sulcerative Colitis (UC).
Croch’s Disease adalah penyakit radang yang bisa menyerang setiap bagian pencernaan, dari mulut sampai anus. Biasanya juga termasuk usus kecil.
Jika menyerang seluruh dinding usus, menyebabkan peradangan yang parah. Dibagian yang di serang menjadi bengkak.
Sulcerative Colitis hanya menyerang lapisan usus besar. Di lapisan usus besar, bisul (ulcer) kecil membesar dan kemudian terjadi perdarahan. Namun UC tidak menyerang usus kecil meski bisa menyerang rectum (disebut proctitis).
Penyebab IBD kemungkinan infeksi meski belum terbukti. Stres bukan penyebab IBD tapi kegelisahan yang parah, penyakit-penyakit yang di sebabkan virus, dan obat-obatan antibiotika bisa mencetuskan IBD.
Crohn’s Disease dan UC tidak menular dan tidak akan berubah menjadi kanker, namun jika di derita dalam jangka panjang di dalam usus besar maka resiko kanker usus bisa meningkat. Karena penyeb pastinya belum di ketahui, maka sulit mencegahnya.
Irritable Bowel Syndrome
Irritable Bowel Syndrome atau IBS di tujukan pada serentetan gejala yang mengganggu system pencernaan. Ini adalah salah satu gangguan paling umum dalam masalah gastroenterologi, di alamani minimal separuh dari pasien-pasien gangguan pencernaan.
Masalah IBS bisa di alami oleh setiap orang, pria maupun wanita, di semua usia. Tapi yang paling sering menderita IBS adalah mereka yang berusia di atas 40 tahun.
Penyebab IBS belum di ketahui dengan pasti, namun di sinyalir merupakan kombinasi dari beberapa factor, yang masing-masing factor memberikan kontribusi yang menyebabkan meningkatnya sensitivitas usus dan berakibat kejang perut.
Penyakit Maag
Penyakit maag adalah penyakit lambung (kantong nasi). Ada beberapa penyakit maag atau lambung, yaitu radang lambung (gastritis), luka atau tukak lambung (peptic ulcer), dan kanker lambung.
Kasus penyakit maag yang paling sering adalah radang lambung, sedangkan tukak lambung bisa terjadi di lambung (ulcus gastricum) dan di usus dua belas jari (ulcus duodenum) lanjutan dari lambung. Kasus penyakit maag yang tergolong jarang adalah kanker lambung dan kanker usus dua belas jari.
Gastritis
Ada beberapa penyebab gastritis atau radang lambung, antara lain stress, keracunan makanan (makan nasi basi atau nasil berkuman), bahan kimia (karbol, lisol, minuman beralkohol, juga tumpahan empedu).
Namun yang paling parah adalah salah minum obat. Semua obat penghilang rasa nyeri dan obat rematik umumnya mampu melukai lambung. Iritasi obat-obatan tersebut pada usia lanjut bisa menyebabkan perdarahan lambung.
Demikian juga makanan yang berbumbu tajam seperti pedas dan asam.
Selaput lendir lambung pada gastritis terkikis dan meradang, belum terbentuk tukak. Karena itu umumnya tidak dibutuhkan obat, karena penyakit akan mereda sendiri.
Gejala gastritis sama seperti gejala sakit maag pada umumnya yaitu rasa tidak nyaman di ulu hati, rasa panas di dalam perut, mual dan muntah.
Ulcus Duodenum
Penyakit Ulcus Duodenum sering kali kambuh pada dini hari sehingga penderitanya sering terbangun sebelum subuh.
Sekali mennyerang tukak, baru menghilang setelah dua minggu lebih. Penyakit ini baru dapat di pastikan setelah dilakukan rongent lambung dengan minum kontras susu barium, kemudian dengan endoskopi.
Pengobatan Penyakit Maag
Obat maag yang paling umum adalah antacidum. Bisa di beli bebas, bahkan di jual juga di warung. Obat ini bekerja menawarkan asam lambung.
Obat lain adalah golongan H2-receptor yang menghambat pengeluaran asam lambung.
Kemudian ditemukan obat maag lainnya yaitu golongan omegaprazole (proton pump antagonist) yang kini banyak di resepkan dokter.
Masih ada obat lainnya misalnya golongan prostaglandin dan golongan sucralfate. Kedua obat ini melindungi lambung dari rangsangan asam lambung dan empedu.
Mana yang dipilih? Bergantung pada gangguan lambung yang di derita pasien.
Pola Makan Pasien Maag
Penderita maag atau penyakit lambung sebaiknya makan dengan jadwal teratur. Porsi kecil-kecil, jadi jawal makan di tambah tidak 3 kali sehari, tapi lebih sering.
Diantara jadwal makan boleh menyantap cemilan seperti biscuit, kue basah, dan lain-lain. Asalkan tidak bersifat merangsang (pedas, asam, keras, a lot), buah-buah segar asalkan tidak mengandung zat yang merangsang seperti nangka, durian, cempedak, pisang ambon, pepaya).
Hindari minuman beralkohol termasuk tape, brem. Kurangi the, kopi, ketan dan roti.
Makanan dan minuman tersebut bisa menggangu pencernaan, sehingga Anda bisa diare.
Jika diare disebabkan maag, jangan minum obat diare, tapi obat maag. Setelah maaf mereda, diare akan berhenti sendiri.
Saat maag kambuh denga salah salah satu gejalanya antara lain rasa sakit di ulu hati, mural/muntah, pusing/nyeri kepada dan lain-lain, maka Anda perlu menyantap makanan lembek yang tidak merangsang pencernaan seperti bubur polos, dengan kaldu ayam/ikan, bubur polos dengan kinca gula merah, dan lain-lain sampai serangan mereda.
Spirulina bisa membantu menyehatkan pencernaan
Di dunia pengobatan dan penyembuhan dengan terapi produk alami atau dunia herbal, ada produk herbal yang sangat bagus untuk mengatasi permasalahan dengan penyakit maag atau lambung.
Produk tersebut adalah SPIRULINA. Mengapa spirulina bagus untuk mengatasi penyakit maag?
Spirulina tersebut mengandung zat aktif berupa spirulina organik, yakni salah satu jenis Cyanobacteria (ganggang berpigmen hijau-kebiruan). Di samping itu produk ganggang hijau-kebiruan ini dapat bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, diabetes, obesitas, dan sebagainya.
Penutup
Demikian artikel Pencernaan dan Gangguan Saluran Pencernaan. ini, semoga bisa bermanfaat.



